Review Movie – Confession (2010)

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Kokuhaku (2010) 106min | Drama, Thriller | 5 June 2010 (Japan) Summary: A psychological thriller of a grieving mother turned cold-blooded avenger with a twisty master plan to pay back those who were responsible for her daughter's death.
Countries: JapanLanguages: Japanese

Confession/Kokuhaku ini film Jepang bergenre thriller pertama yang saya tonton. Saya memang selalu menghindari genre seperti itu, karena saya rasa itu akan merusak mental saya. Film ini dikemas sangat apik. Wajar saja jika film ini masuk nominasi semi-final Academy Award di tahun 2011 lalu untuk kategori film Bahasa asing terbaik. Tetsuya Nakashima adalah sutradara dari film ini yang katanya skenario ini ditulis khusus untuk diperankan oleh Takako Matsu.

Bercerita tentang  seorang guru bernama Yuuko Moriguchi yang juga seorang ibu kehilangan anak semata wayangnya, Manami yang masih berumur 4 tahun tewas dibunuh oleh muridnya sendiri. Dan yang membuat film ini menjadi lebih seru dan emosional dimana murid-murid ini tidak bisa dijerat hukum kriminal karena masih dibawah umur. Ada 2 murid yang diduga sebagai pelaku pembunuhan anak Moriguchi sensei, keduanya laki—laki yang dideskripsikan secara detail oleh sudut pandang Moriguchi sensei yang Ia jelaskan melalui pengakuannya di depan kelas, setelah pengakuannya tentang Ia akan berhenti mengajar dari sekolah tersebut. Kedua murid itu diberi inisial A dan B.

Murid A adalah seorang murid yang genius, dia berhasil menjuarai kompetisi ilmiah tingkat nasional. Motivasinya dalam membunuh Manami cuma hal yang sepele, dia ingin diakui kejeniusannya dan menjadi pusat perhatian semua orang. Namun di hari berita tentang-nya terbit bukan dia yang menjadi sorotan utama, melainkan “Siswa SMP yang Membunuh 4 Anggota Keluarganya.”

Sedangkan murid B adalah seroang murid yang sangat menyukai olahraga dan tidak memiliki teman. Dia sangat ingin menonjol dan memiliki teman. Karena sekeras apapun dia berusaha dia tetap tidak pernah dilihat orang lain tentang keberadaanya. Menyadari teman sekelasnya seperti itu murid A mulai mendekati murid B untuk mengajaknya dalam sebuah rencana yang jahat.

Mereka berdiskusi di satu tempat untuk memutuskan siapa yang akan mereka bunuh dengan alat yang telah dibuat oleh murid A. Pilihan pertama mereka adalah seorang guru bernama Tokura sensei, kedua Moriguchi sensei dan terakhir anak Moriguchi sensei. Akhirnya mereka memutuskan untuk memilih target yang kecil dan lemah, anak Moriguchi sensei, Manami.

Siapa yang tidak kesal jika anaknya dibunuh oleh muridnya sendiri dan murid itu tidak bisa dijerat hukum criminal karena masih dibawah umur? Maka dari itu Moriguchi sensei melakukan pengakuan-pengakuan tersebut didepan murid-muridnya sebagai perasaan kesal dan murka kepada kedua murid yang telah membunuh anaknya. Morigcuchi sensei ingin balas dendam, namun sebagai seorang guru dia tidak akan membalas dengan membunuh muridnya secara langsung, namun Ia membalas dendamkan anaknya dengan membunuh mental dan psikolog kedua muridnya.

Itulah yang membuat film ini keren dan sangat luar biasa!

Bukan hanya alurnya yang memang luar biasa, film ini juga memiliki cast-cast yang membuat cerita ini lebih hidup dan tersampaikan pesan-pesannya. Oh, ya…film ini lebih banyak adegan monolognya dibanding dialog. Tapi itu tidak membuatku merasa bosan sama sekali, malah lebih seru dan terbawa suasana. Saya suka adegan-adegan slow-motion di film dan film ini menyuguhkan beberapa adegan slow-mo yang benar-benar memperkuat emosi suram, ditambah sinematografi dan segala tekniknya membuat film ini menjadi lebih sempurna.

Leave a Reply